MAKALAH
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
Contoh
Kasus SPK Dalam Organisasi kesehatan
DISUSUN OLEH
Nama :andi hendry
PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TADULAKO
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Perkembangan
Teknologi Informasi telah memungkinkan pengambilan keputusan dapat dilakukan
dengan lebih cepat dan cermat. Penggunaan komputer telah berkembang dari
sekadar pengolahan data maupun penyajian informasi, menjadi mampu untuk
menyediakan pilihan-pilihan sebagai pendukung pengambil keputusan.
Hal itu
mungkin berkat adanya perkembangan teknologi perangkat keras yang diiringi oleh
perkembangan perangkat lunak, serta kemampuan perakitan dan penggabungan
beberapa teknik pengambilan keputusan didalamnya. Integrasi dari perangkat
keras, perangkat lunak, dan pengetahuan seorang pakar menghasilkan Sistem
Pendukung Keputusan (SPK) dengan lebih cepat dan cermat.
Dalam
berbagai literatur mengenai mutu pelayanan klinik mutakhir, sistem pendukung
keputusan klinik (SPKK) merupakan salah satu jargon yang sering disebut sebagai
salah satu alternatif solusi sistemik untuk mencegah medical error dan
mendorong sistem pelayanan kesehatan yang menjunjung aspek keamanan pasien
(patient safety). Artikel ini akan membahas mengenai pengertian SPKK (khususnya
yang berbasis komputer), karakteristik, berbagai contoh aplikasinya serta
prospek masa depan.
1.2
Rumusan Masalah
1. Definisi SPK
2. Jenis – Jenis SPK
3. Tujuan SPK
4. Contoh Kasus SPK dalam organisasi.
TEORI DASAR
2.1
Definisi SPK
Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK)/Decision
Support System (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an
oleh Michael S.
Scott Morton dengan istilah Management Decision System. Sistem
tersebut adalah suatu sistem
yang berbasis komputer
yang ditujukan untuk membantu
pengambil keputusan dalam memanfaatkan data dan model tertentu
untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur.
Seperti
diuraikan di atas,
istilah SPK mengacu pada suatu sistem yang memanfaatkan
dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan. Untuk memberikan
pengertian yang lebih mendalam, akan diuraikan beberapa definisi mengenai SPK,
yang dikembangkan oleh beberapa ahli, di antaranya : Man dan Watson memberikan
definisi sebagai berikut, SPK merupakan suatu sistem interaktif, yang membantu
pengambil keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk
memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur dan tidak terstruktur.
Dari
definisi diatas, terlihat
bahwa SPK adalah suatu
sistem berbasis komputer yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas
pengambil keputusan dalam memecahkan masalah yang bersifat semi
terstruktur atau tidak
terstruktur. Kata berbasis komputer
merupakan kata kunci, karena hampir tidak mungkin membangun SPK
tanpa memanfaatkan komputer
sebagai alat bantu, terutama untuk menyimpan data serta
mengelola model.
Seorang
pakar lainnya yang
bernama Little mengemukakan
bahwa SPK didefinisikan sebagai berikut : SPK
adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan
berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai
permasalahan yang terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menggunakan data
dan model.
Dari
beberapa definisi di atas dapat
dikatakan bahwa SPK adalah suatu sistem informasi spesifik yang
ditujukan untuk membantu
manajemen dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan
persoalan yang bersifat semi struktur. Sistem
ini memiliki fasilitas
untuk menghasilkan berbagai alternatif yang secara interaktif dapat
digunakan oleh pemakai.
Kata kunci lainnya
adalah penggunaan model sebagai dasar
pengembangan alternatif. Penggunaan model ini berkaitan
dengan sifat permasalahan
yang harus dipecahkan pemakai
yaitu semi terstruktur atau tidak terstruktur. Jadi semakin banyak perbendaharaan yang dimiliki
oleh sistem, maka alternatif keputusan yang dapat diciptakannya juga akan
semakin kaya. Ciri lain dari sistem ini adalah pemanfaatan komputer.
2.2
Jenis – Jenis SPK
Jenis – jenis sistem pendukung keputusan menurut tingkat
kerumitan dan tingkat pendukung pemecahan msalah adalah sbagai berikut :
1.
Mengambil elemen –
elemen informasi.
2.
Menganilisa seluruh
file.
3.
Menyiapkan lopran dari
berbagai file.
4.
Memperkirakan akibat
dari keputusan.
5.
Mengusulkan keputusan
6.
Membuat keputusan
2.3
Contoh Kasus SPK Dalam Organisasi Kesehatan
1.
Penentuan proses persalinan ibu
a.
Permasalahan/ Kasus
Dalam proses persalianan yang sangat dikenal saat ini adalah
proses
yang normal dan operasi proses (caesar). Untuk melalui proses
persalinan dimulai dari awal kehamilansampai mendekati persalinan, seorang ibu
harus selalu memeriksa kehamilan dengan dokter atau bidan. Adabeberapa faktor
yang mempengaruhi kesehatan ibu yaitu adalah posisi bayi, berat badan bayi
dankemampuan ibu untuk proses kelahiran.,
b.
Penyelesaian
dalam menentukan kesehatan ibu dengan konsep sistem pendukung
keputusan yang didukungoleh Metode Simple Additive Weight (SAW). Metode Simple
Additive Berat (SAW) ini dipilih karena metodeini menentukan nilai bobot untuk
setiap atribut yang mempengaruhi kesehatan ibu. Kemudian dilanjutkandengan
proses peringkat yang akan memilih alternatif terbaik dari sejumlah alternatif,
dalam hal inipertanyaannya adalah alternatif melahirkan secara normal ibu atau
operasi (caesar) berdasarkan kriteriayang ditentukan. Hasil penelitian ini akan
berguna untuk memudahkan rumah sakit terutama dokter dalamproses keputusan
terhadapap kesehatan ibu dan menghindari dari pengambilan keputusan yang
subjektif
2.
Penentuan
KelasPerawatan Bagi Peserta Bpjs Kesehatan
a.
Permasalahan/ Kasus
BPJS
Kesehatan dalam menetapkan kebijakan penentuan kelas perawatan untuk rawat inap
bagi peserta antara lain : 1. Bagi Peserta PBI dan anggota keluarganya di ruang
perawatan Kelas III 2. Bagi PNS Golongan I, Golongan II, dan Anggota TNI/Polri
yang setara beserta anggota keluarganya di ruang perawatan Kelas II 3. Bagi PNS
Golongan III, Golongan IV dan Anggota TNI/Polri yang setara beserta anggota
keluarganya di ruang perawatan Kelas I 4. Bagi peserta bukan PBI dengan upah
bulanan sampai dengan tiga kali UMP atau UMK di ruang perawatan Kelas II 5.
Bagi peserta bukan PBI dengan upah bulanan di atas tiga kali UMP (Upah Minimum
Propinsi, red) atau UMK (Upah Minimum Kabupaten, red) di ruang perawatan Kelas
I Untuk dapat tercatat sebagai anggota, masyarakat harus mendaftar melalui
kantor BPJS Kesehatan dengan membawa kartu identitas (KTP) serta pasfoto.
Setelah mengisi formulir pendaftaran dan membayar iuran lewat bank (BRI, BNI
dan Mandiri), calon anggota akan mendapat kartu BPJS Kesehatan yang bisa
langsung digunakan untuk mendapat pelayanan kesehatan.
b.
Penyelesain
Sistem dirancang dengan menggunakan metode Simple
Additive Weighting (SAW) karena mampu menyeleksi alternative terbaik dari
sejumlah alternative. untuk efisiensi waktu dalam menentukan kelas peserta BPJS
Kesehatan diperlukan penggunaan sistem pendukung keputusan yang baik. Pembuatan
sistem pendukung keputusan bertujuan untuk mempercepat proses penentuan kelas
di BPJS Kesehatan.
3.
Penempatan Pegawai
Rumah Sakit
a.
Permasalahan/ Kasus
Dengan adanya sistem pendukung keputusan penempatan pegawai
Rumah Sakit umum ini telah mempermudah keputusan kepala Rumah Sakit Umum dalam
menetapkan objek penempatan yang tepat kepada pegawai baru sesuai dengan
kriteria-kriteria yang dibutuhkan oleh tiap-tiap objek penempatan. Dengan
adanya sistem berbasis web ini kita dapat dengan mudah memproses informasi
tentang pegawai baru yang membutuhkan informasi dikarenakan hasil dari sistem
tersebut dapat diakses dimana saja dengan memanfaatkan media internet, agar
para pegawai baru dapat meningkatkan pelayanan yang baik bagi para pasien .
b.
Penyelesain
“Sistem Pendukung Keputusan Penempatan Pegawai Rumah Sakit
Umum” akan membantu rumah sakit memperoleh rekomendasi posisi yang lebih tepat
dan sesuai kemampuan dalam penempatan pegawai, pegawai dapat bekerja maksimal
sesuai kemampuan yang dimilikinya serta memaksimalkan kinerja pegawai maka
membantu meningkatkan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pihak rumah sakit
kepada publik. Sistem Pendukung Keputusan Penempatan Pegawai Rumah Sakit Umum
berbasis web ini menggunakan penghitungan metode smart dan beberapa kriteria
yang menjadi batasannya.
4. Peningkatan KualitasPelayanan di Bidang Kesehatan
a.
Permasalahan/ Kasus
Sulitnya pengukuran terhadap kualitas pelayanan
menyebabkan para manajer perusahaan atau pimpinan instansi sulit mengambil
kebijakan yang berhubungan dengan peningkatan kualitas pelayanan. Padahal, jika
kualitas pelayanan meningkat, maka kepuasan pelanggan akan meningkat. Pada
akhirnya, jika kepuasan pelanggan tinggi, akan lebih banyak pelanggan yang
membeli jasa pelayanan perusahaan/instansi tersebut sehingga keuntungan akan
bertambah. Penelitian ini mencoba mengatasi kesulitan yang dihadapi para
manajer atau pimpinan instansi dalam permasalahan yang berkaitan dengan
pengukuran kualitas produk pelayanannya. Bidang pelayanan yang menjadi pokok
penelitian adalah kesehatan.
b.
Penyelesain
Sistem pendukung keputusan yang dibuat dapat
digunakan untuk menentukan dimensi pelayanan yang kualitasnya paling lemah.
Sistem pendukung keputusan yang dibangun berbasis web. Dimensi pelayanan yang
relevan dengan bidang kesehatan ditinjau dari data yang didapatkan melalui
kuesioner. Metode yang dipakai dalam peninjauan tersebut adalah metode
SERVQUAL. Selanjutnya, optimisasi diterapkan untuk memaksimumkan kualitas
dimensi pelayanan yang lemah sesuai dengan atribut‐atribut untuk dimensi pelayanan yang bersangkutan.
Karena atribut‐atribut pada masing‐masing
dimensi merupakan parameter yang tidak tentu, maka perumusan optimisasi fuzzy
akan lebih efektif. Optimisasi fuzzy dengan pendekatan fungsi ketidakpuasan
diselesaikan dengan algoritma genetika. Sistem pendukung keputusan yang
dihasilkan diharapkan dapat membantu para pimpinan rumah sakit dalam menentukan
strategi yang harus diambil untuk meningkatkan kualitas pelayanannya.
Meningkatnya kualitas pelayanan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada
rumah sakit, sehingga mereka akan memilih rumah sakit tersebut untuk
mendapatkan pelayanan di bidang kesehatan. Selain itu, sistem ini diharapkan
dapat menjadi model SPK untuk mengukur kualitas pelayanan di bidang lain dengan
metode SERVQUAL. Hanya saja, perlu dilakukan penyesuaian terhadap dimensi,
kuesioner, dan model optimisasi.
5.
Diagnosa AwalGangguan
Pada Masa Kehamilan
a.
Permasalahan/ Kasus
Gangguan kehamilan sangat beragam dan terkadang
gejala antara satu dengan yang lainnya hampir mirip sehingga terkadang membuat
mahasiswi kebidanan merasa kesulitan untuk mengetahui tentang gangguan yang
dialami pasien sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mendiagnosa gangguan yang
terjadi lebih lama, sementara pasien membutuhkan hasil yang cepat untuk
mengetahui penyakit yang mereka alami. Oleh karena itu dibutuhkanya sebuah alat
bantu yang dapat membantu mereka untuk mendiagnosa gangguan pada kehamilan.
b.
Penyelesaian
Kemajuan teknologi saat ini dapat membantu manusia
dalam berbagai bidang, tak terkecuali bidang kesehatan. Salah satunya yaitu
Decision Support System (DSS) atau lebih didikenal dengan sistem pendukung
keputusan. Sistem pendukung keputusan dapat membantu manusia dalam mengambil
keputusan, sehingga tidak merasa ragu-ragu dan informasinya akan lebih akurat.
Dengan demikian maka sistem pendukung keputusan dapat digunakan untuk membantu
diagnose pada gangguan masa kehamilan.
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Istilah
SPK mengacu pada suatu sistem
yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan. Untuk
memberikan pengertian yang lebih mendalam, akan diuraikan beberapa definisi
mengenai SPK, yang dikembangkan oleh beberapa ahli, di antaranya : Man dan Watson
memberikan definisi sebagai berikut, SPK merupakan suatu sistem interaktif,
yang membantu pengambil keputusan melalui penggunaan data dan model-model
keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur dan tidak
terstruktur.
3.2
Saran
Dengan makalah ini, diharapkan agar pembaca dapat
memahami dan memanfaatkan tulisan ini dengan sebaik-baiknya dan menjunjung
tinggi sikap bertanggung jawab.
PENUTUP
https://www.academia.edu/9556640/Makalah_Sistem_Pendukung_Keputusan
ANDIHENDRY
F55115157

Komentar
Posting Komentar